Pada suatu hari,di desa yang bernama Kurang Terkenal,hidup sebuah keluarga yang amat bahagia.Me-reka adalah Keluarga Mojoyanti.Mereka tinggal di rumah bertingkat dua yang dikelilingi oleh kebun mawar yang sudah mati.Pagar rumah mereka bobrok,sehingga gampang diloncati maling.Ini semua adalah perbuatan babu atau asisten ibu mereka,yaitu Renggingsul.
Pada suatu hari di Rumah Sakit,ibu keluarga tersebut melahirkan anaknya yang ke empat-yang terakhir. Sang ayah yang bernama Ian,mengusulkan untuk memberi nama Novi.Namun kata sang Bunda,Dyana, nama tersebut terlalu bagus.Maka,nama anak bungsunya itu ia ganti menjadi Nophi.Namun,yang akan diceritakan pada cerita kali ini bukanlah si Nophi,melainkan si anak kedua,Mimin Alfonso Mojoyanti.
Anak pertama Mojoyanti adalah Mumunjandro Mojoyanti.Lahir 7 Mei.Kesukaannya adalah basket dan coklat.Pernah ditangkap oleh satpam supermarket karena diduga mencuri sebatang coklat toblerone.
Anak kedua Mojoyanti adalah Mimin Alfonso Mojoyanti.Lahir 28 September.Kesukaannya adalah sketchbook dan es krim.Pernah jatuh ke jurang karena kesalahan fatal seorang Ian Mojoyanti.
Anak ketiga Mojoyanti adalah Ephie Oktao Mojoyanti.Lahir 29 Oktober.Kesukaannya adalah pulpen dan lollipop.Rambutnya pernah sepanjang Rapunzel dan dijadikan karpet saat arisan keluarga.
Anak terakhir Mojoyanti adalah Nophi Allo Mojoyanti.Lahir 24 November.Kesukannya adalah Brendon Urie dan Gerard Way.Rocker.Sama seperti Mimin,tapi rocker yang ini lebih bisa mengontrol jiwa rocker dalam dirinya.
Itulah sekedar tentang anak-anak Mojoyanti.
Pada suatu hari,datang seorang penyihir hitam yang mengaku menjadi penyihir baik.Ia iri pada keluarga “bahagia” tersebut.
“Mau minum,om?”tanya Ian.
“Tidak.Panggil saya Ox,jangan Om.”katanya dengan suara sok lembut.
“Baik,apa urusan anda kesini?”
Tanpa berbasa-basi,penyihir itu menyihir keluarga Mojoyanti,beserta babu mereka.
Apa hasil sihir hitam tersebut?
Keluarga Mojoyanti menganggap Mimin sebagai babu dan menganggap Renggingsul sebagai anak kedua mereka.Ternyata sihir hitamnya adalah “bertukar tempat” dan “hipnotis pikiran”.
Kemudian,penyihir itu lupa untuk menghipnotis pikiran Mimin,sehingga Mimin lah yang paling normal disana.Penyihir itu pun pergi.
“MIMIN,SEDANG APA KAMU DUDUK DI SOFA?!”bentak Ian.
Dengan tampang cengo,Mimin beranjak ke dapur untuk mengambil es krim.
“HEH,LO NGAPAIN NGAMBIL ES KRIM?!!”seru Renggingsul.
“LO BABU NGAPAIN BENTAK GUE?!!”seru Mimin.
“LO YANG BABU!!”balas Renggingsul.
Setelah itu,Mimin baru menyadari apa yang barusan terjadi.Lebih baik ia menurut saja karena menjadi babu,berarti ia bisa makan keju setiap hari,dan bertambah tinggi 1 cm setiap tahunnya.
Beberapa hari kemudian,keadaan semakin memburuk.
Mimin sedang mengelap jendela dengan tisu basah miliknya,karena lap basah tidak sengaja ia robek karena sedang emosi.
“Kerja yang bener!”Ephie menendang kaki Mimin.
“SAKIT BEGO!”seru Mimin,yang ternyata terdengar oleh Bundo Dyana.
Bundo Dyana pun datang dan langsung menjewer Mimin.
“Awch.”rintih Mimin.”Sakit,”
“K-E-R-J-A!!!!”kata Bundo sambil berlalu menuju ruang TV,nonton Lucky Star.
Ephie masih terkikik karena kejadian tadi dan ia pun kembali ke kamarnya.
Mimin tetap membersihkan kaca dengan tisu basahnya,sampai ia mendengar bel rumah berbunyi.
“Mimin,bukain!”seru Bundo Dyana.
Mimin berlari kecil ke pintu depan,dan mendapati seorang berparas aneh berdiri di hadapannya.Pria itu ternyata adalah seorang pelayan Raja Jared Leto yang bernama Fathoer.
“Maaf,anda siapanya rumah ini ya?”tanyanya blak-blakan.
Mimin mengerutkan dahi.”Entahlah,pikir sendiri.”
Keduanya terdiam,dan akhirnya Fathoer berdehem.”Pengumuman!Semua wanita dan perempuan yang ada di desa ini,diundang ke jamuan makan malam ulang tahun Pangeran Andrew Garfield pada jam 7 malam,dan diharapkan semuanya hadir.Terima kasih,”
“Oooh,”ujar Mumun yang ternyata sedari tadi mendengarkan di belakang Mimin.
“ASTAGAH”seru Mimin kaget,lalu mundur ke belakang.
“Apalu,”kata Mumun kepada Mimin.”Ehm,terima kasih pak,eh mas,eh om,eh siapa sih lu?”
“Pelayan Pangeran Andrew.Silakan datang pukul 7,”katanya sambil kembali ke istana menggunakan becak.
JAMUAN MAKAN?PASTI ADA KUE,ES KRIM DAN MAKANAN MANIS!pikir Mimin.
PASTI DISANA BANYAK BARANG BERHARGA YANG KALAU DIJUAL BISA BIKIN GUE LEBIH KAYA DARI PAPA!pikir Mimin.
ADA PANGERAN ANDREW GARFIELD PULA!!!pikir Mimin.
“Halo,wahai Mumunjandro,perkenankanlah saya untuk ikut ke istana Raja Leto,”kata Mimin sambil menendang-nendang pintu.
Mumun menatap Mimin.
Mimin menatap Mumun.
Mereka bertatap-tatapan.
“HAHAHAHAHA LO IKUT?NGGAK SALAH?!!!WOIIIII,BERSIIN DULU LOTENG!!!”seru Mumun.”MASAK BUAT BESOK SAHUR,CUCIIN BAJU KITA SEMUA!!!HAHAHAHA”Mumun pun berlalu.
Mimin pun geram lalu melempar kerikil ke TV.
Sorenya,mereka semua sudah siap ke Istana.Bahkan Papa Ian dan Renggingsul pun ikut.
“Aku mau cari istri baru,”ujar Ian.Bundo menamparnya.
“Aku cuma mau makan,”ujar Renggingsul.
Mimin hanya menyobek-nyobek kertas dan duduk di kebun belakang.
“DADAH MIMIN!Jangan lupa kunci pintu,beresin kamar Mumun,Renggingsul,Ephie,sama Nophi.Juga masak buat sahur ya!”seru Bundo Dyana dan Papa Ian bersamaan.
Mimin hanya mengangguk dengan tampang memelas.
Saat mimin sedang makan keju,tiba-tiba ada ibu peri datang.Sebenarnya bukan datang,ia jatuh dari atap.Sepertinya tulang punggungnya patah.
“Ugh halo…..”kata ibu peri yang malang itu.
“Hai.”kata mimin dengan tampang cengo,sambil menggigiti kejunya.
“Baiklah to the point aja.Kamu mau ke pesta ulang tahun pangeran?”tanya nya.
“Mau!!”
“Kamu mau makan?”
“MAU!!”
“Kamu mau gaun dari berlian serta sepatu kaca untuk ke pesta?”
“Eh?”Mimin berpikir sebentar.”MAU!”
“Baiklah.”ibu peri mengayunkan tongkatnya yang sebenarnya adalah lidi dari sapu lidi.
Tiba-tiba di hadapan Mimin ada gaun dari berlian serta sepatu kaca.”Oh iya!”ibu peri berseru.”Kamu mau kalung emas?”
Tanpa berpikir lagi,Mimin langsung mengangguk.
Mimin sudah tiba di istana.Nggak usah tanya naik apaan.Mimin mengenakan gaun berlian itu,sepatu kaca,dan kalung emas yang tadi diberi oleh ibu peri.
“Janji padaku,sebelum pukul 12 malam kamu sudah harus tidur di rumah.Dan jangan sampai keluargamu tahu soal gaun berlian dan sepatu serta kalung itu.Janji?Kalau kamu menepati janjiku, aku akan mengembalikan keluargamu seperti semula.Kamu pun bisa makan es krim sepuasnya lagi,”
Kata-kata ibu peri terngiang di pikiran Mimin.Tapi demi makanan manis,Mimin pun memberanikan diri untuk masuk.
Saat Mimin masuk,semua mata tertuju pada…………….orang di belakangnya.Ternyata di belakang Mimin ada Raja Jared!
“Terima kasih para hadirin sudah datang ke pesta ulang tahun anak saya,”serunya di altar istana.”Pada malam ini,anak saya ingin mencari jodoh,wanita atau perempuan yang lebih muda darinya.Ya,dia memang fedofil.”Semuanya menyimak perkataan raja.Beberapa anak perempuan kegirangan sambil meloncat-loncat.Mimin hanya sesekali menatap kea rah mata Raja dan melirik ke meja dessert.Banyak kue dan pudding disana.
“Silakan menikmati,”ujar Raja menuju turun dari altar.Raja bergegas ke arah ayam kalkun.
Mimin berlari kea rah dessert,namun sepatu kacanya yang ternyata berhak tidak mendukung.Alhasil,ia hampir terjatuh.
Setelah makan-makan,Mimin menyadari ada yang memerhatikannya sedari tadi.Ternya sang Pangeran.
“Hai,kamu mau berdansa denganku?”tanyanya lembut.
Mimin meleleh,kemudian kembali lagi seperti semula,kayak Tom and Jerry.
“Mau!”Mimin pun berdansa dengan pangeran.
Mimin melirik jam di dinding.Sudah pukul setengah 12 malam.”Maaf,aku harus pergi,”Mimin segera berlari ke pintu depan.Namun di teras depan,sepatu kacanya terlepas.Ia pun mengambilnya kembali, melepas sepatu yang ia pakai satu lagi,dan lari ke rumah dengan nyeker.
Ibu peri sudah menunggu nya di rumah.
“Ibu peri,bolehkah aku menjual barang-barang yang engkau beri?”tanya Mimin.
Ibu peri menggeleng dengan tampang murka.
“BOLEHIN GAK?!!!GAK USAH BANYAK BACOT LO!!KALO LO MACEM-MACEM GUE JUAL JUGA LO!”bentak Mimin.
Ibu peri akhirnya mengangguk.Mimin pun berniat menjual baju berlian,sepatu kaca,dan kalung emasnya ke kolektor.
Keesokannya,ibu peri menghilang tiba-tiba.Mimin baru menyadari,ibu peri tidak setia.Dan sampai hari ini,Mimin pun masih menjadi babu sambil berharap sang penyihir hitam itu kembali lagi.
*****
No comments:
Post a Comment